Prodi Ilmu bedah saraf di Universitas Hasanuddin merupakan prodi sub-spesialistik bedah pertama yang terbentuk di Universitas Hasanuddin dan juga di Indonesia timur.
Setelah terbentuknya prodi ilmu bedah saraf barulah beberapa sub-spesialistik bedah ikut terbentuk di Universitas Hasanuddin seperti bedah anak, bedah urologi dan yang terbaru bedah thorax dan kardiovascular.
Yang memprakarsai terbentuknya prodi ilmu bedah saraf ini ialah Prof. Dr. dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS(K) yang memiliki harapan akan terciptanya lulusan-lulusan yang unggul, berskill tinggi, dan berkarakter luhur untuk menjawab tantangan kebutuhan spesialis bedah saraf di Indonesia khususnya di Indonesia timur.
Prof. Dr. dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS(K) tidak sendirian dalam mengembangkan dan membesarkan prodi bedah saraf ini ia dibantu oleh rekan dan sahabat sesama neurosurgeon, saat ini terhitung ada 7 orang neurosurgeon yang menjadi sumber ilmu bagi para calon neurosurgeon di Universitas Hasanuddin yaitu Prof. Dr. dr. Andi Asadul Islam, Sp.BS(K), Dr. dr. Djoko Widodo, Sp.BS(K), Dr. dr. Nasrullah, Sp.BS(K), Dr. dr. Willy Adhimarta, Sp.BS(K), Dr. dr. Wahyudi, Sp.BS(K)-FICS, FINPS, Dr. dr. Rizha Anshori Nasution, Sp. BS, FINPS, FICS dan dr. Venansius Ratno Kurniawan, Sp.BS.
Dimulai dari keputusan rektor untuk membuka prodi dokter spesialis ilmu bedah saraf pada 19 mei 2016 dan dilanjutkan dengan penerimaan PPDS pada 1 juli 2017 kini prodi ilmu bedah saraf unhas telah memiliki 5 orang lulusan dan telah mendapatkan rekomendasi dari KBSI maupun dari Konsil Kedokteran Indonesia. Kedepannya prodi ilmu bedah saraf Universitas Hasanuddin akan terus berkembang dan turut andil berkontribusi memajukan bidang kesehatan Indonesia.